RSS

Herbal Kolesterol | HIKMAH SAKIT

01 Jul

Sakit. Siapa sih yang ingin sakit ?! sepertinya memang tidak ada yang menginginkannya. Namun setiap orang tentu pernah mengalami sakit. Bahkan seorang Nabi Ayub pun ditimpa sakit.

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: (Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
(Al Quran Surah Al Anbiyaa [21]:83-84)

Nabi Ayub selain ditimpa penyakit, juga kehilangan harta dan bahkan anak-anaknya. Dari seluruh tubuhnya hanya hati dan lidahnya yang tidak tertimpa penyakit, karena dua organ inilah yang dibiarkan Allah tetap baik dan digunakan oleh Nabi Ayub untuk berzikir dan memohon keridhoan Allah, dan Allah pun mengabulkan doanya, hingga akhirnya Nabi Ayub sembuh dan dikembalikan harta dan keluarganya.

Kesabaran Nabi Ayub saat sakit sungguh berbeda dengan kita  yang sering mengeluh. Pusing sedikit ngeluh, flu sedikit juga ngeluh, bahkan hanya digigit semut pun juga ngeluh….  Apalagi saat sakit parah, semua aktivitas terhenti dan hanya bisa terbaring saja dan merasa menjadi orang paling merana sedunia. Saat itu satu-satunya hal yang kita inginkan hanya SEMBUH, hanya itu. Seolah harta, jabatan, dan kemewahan lainnya bukan lagi hal yang menarik bagi kita… Segala kesenangan dunia yang sering kita lakukan sudah terlupakan, bahkan kata maaf jadi mudah diucapkan, karena begitu inginnya untuk sembuh. Namun saat kesembuhan itu datang, kita kembali menjadi orang yang tamak. Astaghfirullah….

Kawan, sungguh sia-sia rasanya jika sakit yang kita lalui dengan susah payah tidak membawa kebaikan bagi diri kita. Padahal begitu banyak HIKMAH dari SAKIT bagi orang-orang yang mau berpikir….

HIKMAH SAKIT

Sakit menguji kesabaran kita untuk selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Sesuatu hal yang kita pandang buruk, belum tentu buruk di sisi Allah SWT, sakit yang kita derita bisa jadi adalah hal terbaik untuk kita yaitu sebagai penghapus dosa dan jalan untuk dikabulkannya do’a kita.

“ Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “( QS Al-Baqarah:216)

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah.” (HR Bukhari-Muslim)

Sakit sebagai karunia dan kebaikan. Kondisi yang kita derita adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya. Saat kita sabar melaluinya maka akan mendapat kebaikan di sisi Allah, dan dosa-dosa kita akan diampuni. Mungkin ini sulit kawan, saat kita terbaring kesakitan orang lain dapat hidup dengan sehat dan nyaman. Apalagi saat kita bertarung dengan sakit yang parah. Apa yang bisa kita lakukan agar terus sabar? Maka ingatlah tentang surga Allah yang kekal, dan hidup yang hanya sementara ini. Ini bukanlah karena putus asa, tapi untuk memompa semangat kita. Ingatlah dosa-dosa kita yang terkikis saat sakit, dan ingat juga tentang kehidupan setelah kematian…. Bukankah tidak ada yang lebih baik dari surga Allah?? Bukankah sakit ini belum seberapa jika debandingkan dengan surga-Nya?? Kawan, Insya Allah kita akan lebih sabar dan ikhlas menjalani sakit yang kita derita ini.

“ Barang siapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan, maka Dia akan memberi orang itu cobaan.” (HR. Bukhari)

Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

” Akan dihadapkan orang-orang yang mati syahid untuk dihisab, kemudian orang-orang ahli sedekah juga untuk dihisab (diadakan perhitungan amal) kemudian dihadapkan orang-orang ahli bala’ (orang mukmi yang menerima ujian), dan bagi mereka ini tidak ada timbangan amal atau hisab, sedangkan pahala dituangkan pada mereka ini sepuas-puasnya sehingga orang-orang yang sehat dan tidak menderita itu ingin andaikan mereka diguntingi badan mereka dengan gunting (mereka akan rela) karena melihat betapa besar pahala Allah bagi orang yang menderita bala’ itu”.(HR Ath-Thabarani)

Sakit sebagai jalan untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. Saat sakit kita merasa begitu bergantung pada-Nya. Sholat menjadi saat paling indah bagi kita. Dan do’a menjadi bagian dari hidup kita. Bagaimana tidak? Begitu inginnya kita sembuh… Kawan, sakit memang membuat kita menjauh dari aktivitas dunia, namun kita jadi begitu dekat dengan-Nya. Rasa sakit yang menyerang ini membuat kita terus beristighfar, bertasbih, bertahmid, terus menyebut asma Allah…. Subhanallah

“ Ada seorang hamba yang meraih kedudukan mulia di sisi Allah bukan karena amalnya. Allah memberi cobaan dengan sesuatu yang tidak ia sukai hingga ia dapat meraih derajat mulia tersebut.” (HR. Abu Ya’la)

“Seorang mu’min jika sakit, kemudian sembuh, maka penyakit itu menjadi penebus dosanya, dan peringatan dalam menghadapi masa depannya, sebaliknya orang munafik jika sakit lalu sembuh, maka ia bagaikan onta yang diikat kemudian dilepas oleh majikannya, ia tidak mengtahui mengapa diikat dan mengapa dilepas “.
(HR Abu Dawud)

Demikianlah Allah SWT akan menguji hamba-hamba-Nya dengan kebaikan dan keburukan. Dia menguji manusia berupa kesehatan, agar mereka bersyukur dan mengetahui keutamaan Allah SWT serta kebaikan-Nya kepada mereka. Kemudian Allah SWT juga akan menguji manusia dengan keburukan seperti sakit dan miskin, agar mereka bersabar dan memohon perlindungan serta berdo’a kepada-Nya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Q.S. Al Baqarah : 214)

Kawan, teruslah berikhtiar untuk sembuh dengan jalan yang baik, bukan dengan cara syirik yang semakin membawa kita jauh dari Allah semoga sakit dan juga ujian apapun dapat kita lalui dengan sabar sehingga menjadi kebaikan bagi kita dan pada akhirnya membawa kita ke posisi yang mulia di sisi Allah….. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS Al Baqarah 214)

(Dari berbagai sumber)

 
1 Comment

Posted by on July 1, 2011 in Uncategorized

 

One response to “Herbal Kolesterol | HIKMAH SAKIT

  1. Newbie Tora

    July 3, 2012 at 1:46 pm

    Di saat kita sakit berarti tuhan masih synk kepada kita, karna menguji kita dengan sakit tersebut,… Nice Info,..

    kunjungan perdana dari http://nandagokilz1.wordpress.com,… Salam kenal sob udah sudi mampir di Newbie Tora

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: