RSS

Tag Archives: kencing manis

Herbal Kolesterol | Mengenal Diabetes Mellitus

Gejala Diabetes Mellitus

Penderita Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia semakin meningkat di setiap tahunnya. Pada tahun 2000 jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia mencapai 8,4 juta orang dan mengalami peningkatan. Pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta orang, kata pakar ilmu kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr Yunani Setyandrian (antaranews.com).

Pengertian Diabetes Mellitus

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (hiperglikemia) dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Type Diabetes Mellitus

Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

1.     DM Tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)

Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.

Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

2.     DM Tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM)

Diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik. Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah.

Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi. Bagi penderita Diabetes Melitus yang sudah bertahun-tahun minum obat modern seringkali mengalami efek yang negatif untuk organ  tubuh lain.

Gejala Diabetes Mellitus

Tiga gejala umum yaitu :

  • banyak minum / sering cepat haus (polydipsia)
  • banyak kencing (polyuria)
  • berat badan turun

Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh. Maka perlu waspada apabila keinginan minum kita terlalu berlebihan dan juga merasa ingin makan terus. Berat badan yang pada awalnya terus melejit naik lalu tiba-tiba turun terus tanpa diet. Tetangga saya ibu Ida juga tak pernah menyadari kalau menderita diabet ketika badannya yang gemuk tiba-tiba terus menyusut tanpa dikehendaki. Gejala lain, adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.

Pada tahap awal gejala umumnya ringan sehingga tidak dirasakan, baru diketahui sesudah adanya pemeriksaan laboratorium.

Gejala Pada Diabetes Tahap Lanjut :

  • Rasa haus
  • Banyak kencing
  • Berat badan turun
  • Rasa lapar
  • Badan lemas
  • Rasa gatal
  • Kesemutan
  • Mata kabur
  • Kulit Kering
  • Gairah sex lemah

Gejala Komplikasi Diabetes :

  • Penglihatan kabur
  • Penyakit jantung
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan kulit dan syaraf
  • Pembusukan
  • Gairah sex menurun

Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Maka bagi penderita diabet jangan sampai lengah untuk selalu mengukur kadar gula darahnya, baik ke laboratorium atau gunakan alat sendiri. Bila tidak waspada maka bisa  berakibat pada gangguan pembuluh darah, antara lain :

  • gangguan pembuluh darah otak (stroke),
  • pembuluh darah mata (gangguan penglihatan),
  • pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner)
  • pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta
  • pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren).

Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.

Kadar Gula Dalam Darah

Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 – 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 – 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.

Diagnosa diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam puasa) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl

Pencegahan Diabetes

Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang (hindari makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam), melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari (berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat), serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun.

Cara Mengatasi Diabetes

Kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. Selain itu, perlu melakukan diet, karena diet merupakan langkah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Namun, sebaiknya ketika melakukan diet, perlu juga dibarengi dengan olah raga secara teratur. Dan terakhir, pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula Diabetes, yang merupakan suatu gangguan kelainan kadar gula darah karena rusaknya sel beta pankreas, sehingga perlu dikontrol dengan cermat.

Pengobatan dan Perawatan

Pengobatan Diabetes milittus yang secara langsung terhadap kerusakan pulau-pulau Langerhans di pankreas belum ada. Oleh karena itu pengobatan untuk penderita DM berupa kegiatan pengelolaan dengan tujuan :

  • Menghilangkan keluhan dan gejala akibat defisiensi insulin ( gejala DM )
  • Mencegah komplikasi kronis yang dapat menyerang pembuluh darah, jantung, ginjal, mata, syaraf, kulit, kaki dsb.

Tindakan pengelolaan yang dilakukan :

  • Menormalkan kadar glukosa, lemak, dan insulin di dalam darah serta memberikan pengobatan penyakit kronis lainnya. Langkah yang dilakukan terutama : Diet; Mengurangi kalori dan meningkatkan konsumsi vitamin. aktivitas fisik; olahraga teratur, pengelolaan glukosa dan meningkatkan kepekaan terhadap insulin.
  • Obat-obat hipoglikemia oral : Sulfonylurea untuk merangsang pancreas menghasilkan insulin dan mengurangi resistensi terhadap insulin.
  • Terapi insulin

Pengobatan dan perawatan dengan herbal, salah satunya dengan habbatussauda.

Peran Habbatussauda Atasi Diabetes

Uji Preklinik :

Beberapa penilitian preklinik telah dilakukan untuk membuktikan efek habbatussauda untuk menurunkan kadar gula darah. Di antaranya:

  1. Habbatussauda secara signifikan menurunkan kadar gula darah. (Effect Of Nigella Sativa (Black Seed) And Thymoquinone On Blood Glucose In Albino Rats, Zubaida A. Hawsawi, MBBS; Basil A. Ali, PhD; Abdullah O. Bamosa, PhD. Penelitian ini dimuat di Annals of Saudi Medicine, Vol 21, Nos 3-4, 2001).
  2. Dalam penelitian ini habbatusauda dapat diindikasikan sebagai agen antidiabetik yang bisa digunakan sebagai mono therapy (terapi tunggal) maupun add-on therapy (terapi tambahan) (In Vitro Hypoglycemic Activity Of Methanolic Extract Of Some Indigenous Plants. M. Saeed Arayne, Najma Sultana*, Agha Zeeshan Mirza, M. Hashim Zuberi and Farhan Ahmed Siddiqui, 2007)
  3. Habbatussauda disarankan bisa dipakai sebagai bahan komplemen antidiabetik yang bisa digunakan bagi pasien diabetes type 2. (Effects of Methanolic Extract and Commercial Oil of Nigella sativa L. on Blood Glucose and Antioxidant Capacity in Alloxan-Induced Diabetic Rats, Zahira Houcher, Khaouther Boudiaf, Mustapha Benboubetra, Bakhouche Houcher Department of Biology, Faculty of Sciences, University of Sétif, Sétif 19000, Algeria, 2007)

Uji Klinis :

  1. Dalam riset ini dijelaskan bahwa rebusan tanaman habbatusauda secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah setelah diminum.
    (Elemental Constituent of Antidiabetic Screening of a Folkloric Medicinal Plant Prescription, Akhtar,MS and MU. Shah, International journal of Toxicology, Occupational and Environmental, 1993.)
  2. Uji terhadap 55 pasien hiperglikemik dengan 2,5 ml minyak habbatussauda selama sebulan. Hasilnya 73% diantaranya mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan. (Effect of Baraka Oil (Habbatussauda Oil) on Blood Sugar in persons with Hyperglycemia, M. H. A. Tissera et al, 1997)

Cara kerja habbatussauda mengatasi Diabetes Mellitus yaitu dengan menghambat aktivitas enzim glukosa-6-phospatase yang berperan dalam metabolisme produksi glukosa dalam darah. Jika kerja enzim itu berhenti maka kadar glukosa darah pun turun.

Khasiat Lain Habbatussauda

  1. Imunitas, jintan merangsang sel-sel kekebalan tubuh untuk meningkatkan sekresi interferon dan meningkatkan sel-sel T untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Ekstrak etanol biji jintan hitam meningkatkan jumlah limfosit dan monosit. Selain itu jintan pun meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag – salah satu sel imun.
  2. Kanker, jintan hitam bersifat antikanker seperti hasil riset praklinis Edy Meiyanto PhD, peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Mekanisme antikanker dengan apoptosis dan antiproliferasi.
  3. Kolesterol, jintan hitam mencegah penumpukan lemak dan kolesterol dalam tubuh dengan menghambat aktivitas enzim fatty acid synthase. Enzim itu mensintesis asam lemak rantai panjang, bahan baku pembentukan kolesterol dan trigliserida. Bila aktivitas fatty acid synthase rendah maka kolesterol dan trigliserida pun tak terbentuk.
  4. Hepatoprotektor.  membuktikan jintan hitam melindungi hati dari bahaya Ccl4 – senyawa racun yang menyebabkan kerusakan hati. Jintan meningkatkan jumlah SOD – antioksidan – dalam tubuh. Sehingga dapat melindungi hati dari efek buruk Ccl4. Jumlah SOD kelompok uji yang diberi jintan 1.913 u/g Hb, sedangkan tanpa jintan 1.688 u/g Hb. (Nevin Ilhan, peneliti di Fırat Universitesi, Turki)
  5. Histamin/alergi. Kandungan lemak tak jenuh seperti asam linoleat, arakidat, dan asam lemak rantai sedang (asam miristat, palmitat, dan stearat) mencegah infeksi, meningkatkan sistem kekebalan, dan mengendalikan reaksi alergis.
  6. Kesuburan. Mukhallad A Mohammad, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Yordania, meriset jintan hitam untuk meningkatkan kesuburan kaum pria. Dosis 300 mg/kg bobot tubuh meningkatkan spermatogenisis tikus jantan. Jumlah sperma tikus yang diberi jintan dua kali lebih banyak ketimbang kelompok kontrol, 4,12 juta/ml. Begitupula mortilitas sperma menjadi lebih aktif. Mortilitas sperma kelompok uji sebesar 94,1% sedangkan kelompok kontrol hanya 49,23%.

*Note : Produk habbatussauda untuk diabetes : Habbats Sehat, Habbats Habbasyi Plus, Habbats Oil 369,

(Dirangkum dari berbagai sumber)

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

KOMPLIKASI HIPER KOLESTEROL | episode 2

Penyakit lain yang dapat timbul akibat komplikasi hiper kolesterol adalah sebagai berikut :

Jantung Koroner

Penyakit ini terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner di jantung yang disebabkan plak-plak kolestrol. Akibatnya aliran darah ke jaringan-jaringan jantung terhambat, sehingga jaringan tersebut mati.

Gejala jantung koroner adalah sebagai berikut : ujung jari tangan dan kaki sering kesemutan, leher dan bahu sering terasa kaku dan pegal, kepala pusing(vertigo), sesak napas, dada kiri terasa sakit.

Pencegahan penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan menurunkan kadar kolesterol yaitu dengan menjaga pola makan. Sedangkan untuk pengobatannya bisa dilakukan dengan cara medis maupun tradisional menggunakan herbal. Tujuan utama pengobatan adalah memperlancar aliran darah(menghilangkan penyumbatan). Berbagai teknik pengobatan sebagai berikut :

1.    Mengurangi ketegangan otot jantung dengan dengan beristirahat.
2.    Perbaikan jaringan jantung yang rusak dengan terapi medis dan terapi herbal
3.    Stimulasi sirkulasi darah melalui terapi medis dan terapi herbal
4.    Menormalkan tekanan darah
5.    Membersihkan dan mengurangi pembekuan darah dan endapan di pembuluh darah melalui terapi medis dan herbal
6.    Mengurangi rasa sakit dengan obat anti nyeri
7.    Meningkatkan suplai oksigen dalam darah dengan terapi medis dan terapi herbal
8.    Meningkatkan energi dan vitalitas dengan mengonsumsi vitamin dan berbagai herbal  yang bersifat tonik

Stroke

Angka kematian akibat stroke di Indonesia sangat tinggi. Sekitar seperempat penderitanya meninggal dunia.

Faktor resiko stroke salah satunya adalah usia, penuaan yang terjadi pada semua organ tubuh, termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Kondisi ini menyebabkan rentan terserang stroke. Namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini bisa juga menyerang orang di bawah usia 45 tahun atau 45-60 tahun.

Faktor resiko yang lain adalah hiper kolesterol yang menyebabkan dan memperburuk arteriosklerotik (penyempitan pembuluh darah). Akibatnya, terjadi penebalan dan kerusakan dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur. Karenanya makanan kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan munculnya stroke.

Penyakit jantung “berteman dekat” dengan stroke karena penyebabnya sama yaitu HIPER KOLESTEROL. Resiko stroke pada penderita jantung lebih besar. Begitu juga sebaliknya, penderita stroke memiliki resiko terkena penyakit jantung lebih besar.

Pencegahan penyakit stroke terbagi atas :

–          Pencegahan primer, dilakukan sebelum mengalami arteriosklerotik. Dengan mengubah gaya hidup, misalnya rutin berolahraga, menjaga pola makan untuk mengendalikan kolesterol, berhenti merokok, serta mngurangi stress.

–          Pencegahan sekunder, dilakukan bila sudah muncul gejala klinik arteriosklerotik. Dengan teknik ABCDEFG :

A.    Asetosal, ace-inhibitor, and antikoagulan. Minum obat / herbal untuk mengendalikan faktor resiko
B.     Beta blocker and body weight reduction. Minum obat / herbal untuk menurunkan berat badan
C.    Cholesterol control and cigarette smoking cessation. Mengendalikan kolesterol dan berhenti merokok
D.    Diabetes control and diet. Mengendalikan diabetes dan pola makan.
E.     Exercise and education. Berolahraga dan menambah pengetahuan.
F.     Family Support. Dukungan keluarga.
G.    Glucose oxidation preservation. Memelihara oksidasi glukosa tubuh.

Pengobatan untuk penderita stroke, secara medis biasanya juga menggunakan obat pengencer darah yaitu asetosal serta obat penurun kadar kolesterol dari golongan statin seperti simvastin, atorvastatin, dan lavastatin.

Selain itu pengobatan dengan obat herbal pun sangat membantu bagi penderita stroke. Misalnya mengkonsumsi minyak zaitun yang dapan menurunkan kolesterol, sehingga menghilangkan penyumbatan pada pembuluh darah otak. Bisa juga mengkonsumsi habbatussauda yang mengandung omega3 dan omega 6 yang merupakan nutrisi untuk saraf otak.

(Dikutip dengan perubahan dari  buku Solusi Sehat Mengatasi Kolesterol Tinggi | By Herbal Kolesterol )

 
 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

KOMPLIKASI HIPER KOLESTEROL | episode 1

Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa kolesterol ternyata dapat menjadi penyebab penyakit-penyakit lainnya. Komplikasi karena kelebihan kolesterol yang menyerang organ tubuh dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berbahaya, antara lain sebagai berikut :

Hipertensi

Kelebihan kolesterol dalam darah akan menyebabkan terjadinya gumpalan dalam saluran pembuluh darah. Kolesterol yang menempel dan menumpuk di dalam dinding pembuluh darah mengakibatkan tekanan darah meningkat, yang disebut penyakit darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah adalah tenaga yang dikeluarkan oleh darah untuk dapat mengalir dalam pembuluh darah. Semakin sempit pembuluh darah maka akan semakin tinggi pula tekanan darah. Seseorang dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darah sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg.

Gejala umum yang sering muncul pada penderita hipertensi adalah, sakit kepala seperti kesemutan, jantung berdetak cepat, tengkuk pegal, kepala terasa berputar, telinga berdenging.

Hipertensi dapat dicegah dan diobati. Dapat dicegah dengan pola hidup sehat, menghindari makanan yang berlemak dan tinggi kolesterol, garam (termasuk makanan yang diasinkan), daging kambing, durian, serta minuman beralkohol. Termasuk makanan yang mengandung pengawet, rokok, kopi, jarang olahraga, dan stress.

Hipertensi dapat diobati dengan menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga tekanan darah kembali normal, misalnya dengan mengkonsumsi herbal dan bahan makanan yang dapat menurunkan kolesterol yaitu, minyak zaitun, daun jati belanda, bee pollen, pegagan, apel, wortel, beet, mentimun, belimbing, roti gandum dll.

Diabetes

Disebut juga kencing manis, yang ditandai dengan kadar glukosa dalam darah yang melebihi batas normal. Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Gejala diabetes sering tidak disadari, karenanya sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala umum diabetes yaitu : sering haus, sering lapar, sering buang air kecil, terutama di malam hari, sering lemas, sering gatal, sering kesemutan, berat badan menurun drastis, pandangan mata berkurang, kulit kering, vitalitas berkurang.

Diabetes dapat dicegah dan diobati dengan menerapkan pola hidup sehat, hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks, berolahraga secara teratur, hindari stres, hindari alkohol atau softdrink, hindari merokok. Bisa juga dengan mengkonsumsi herbal dan bahan makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah misalnya : habbatussauda, minyak zaitun,  jahe, daun salam,  kacang panjang, sari kacang panjang yang dicampur dengan sari tauge akan membentuk unsur insulin organik yang berfungsi sebagai kelenjar ludah perut yang membantu proses pencernaan. Wortel, bayam, celery, lettuce, dan petersely juga dapat membantu membersihkan sisa makanan dalam tubuh, kaya vitamin dan kalsium, serat, sehingga baik untuk penderita diabetes.

(Sumber buku Solusi Sehat Mengatasi Kolesterol Tinggi)

http://www.jualherbalkolesterol.wordpress.com

 

Tags: , , , , , , , , , , ,